Identifikasi Unsur-Unsur dan Wujud Kebudayaan Masyrakat di Banjarmasin
Unsur dan Wujud Kebudayaan
Budaya berasal dari bahasa sansekerta yakni ‘Buddhayah’. Kata ini
memiliki arti bahwa segala sesuatu yang ada hubungannya dengan akal serta budi
manusia. Sedangkan secara harfiah, budaya merupakan cara hidup yang digunakan
sekelompok masyarakat yang diturunkan dari generasi sebelumnya kepada generasi
berikutnya
Kebudayaan
atau disingkat “budaya”, menurut
Koentjaraningrat merupakan “keseluruhan
sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan
masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.”
Menurut Clifford Geertz kebudayaan merupakan
sistem mengenai konsepsi-konsepsi yang diwariskan dalam bentuk simbolik, yang
dengan cara ini manusia dapat berkomunikasi, melestarikan, dan mengembangkan
pengetahuan dan sikapnya terhadap kehidupan.
Menurut E. B Taylor, dalam bukunya “Primitive
Cultures”, mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan
yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan yang lain serta kebiasaan yang
didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.”
Unsur Kebudayaan
Mengenai unsur kebudayaan, dalam bukunya
pengantar Ilmu Antropologi, Koenjtaraningrat, mengambil sari dari berbagai
kerangka yang disusun para sarjana Antropologi, mengemukakan bahwa ada tujuh
unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang kemudian
disebut unsur-unsur kebudayaan universal, antaralain :
- Bahasa
- Sistem Pengetahuan
- Organisasi Sosial
- Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
- Sistem Mata Pencaharian
- Sistem Religi
- Kesenian
1. Bahasa
Bahasa
merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk
berinteraksi atau berhubungan.Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam
membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang
diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya
sangat bergantung pada bahasa.Esensi bahasa Menurut Koentjaraningrat, unsur
bahasa atau sistem perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis untuk
berkomunikasi adalah deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari bahasa yang
diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta variasivariasi dari bahasa
itu.
2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal
berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan
bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat
luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang
digunakan dalam kehidupannya. Unsur ini berkisar
pada pengetahuan tentang kondisi alam sekelilingnya dan sifat-sifat peralatan
yang dipakainya. Sistem pengetahuan meliputi ruang pengetahuan tentang alam
sekitar, flora dan fauna, waktu, ruang dan bilangan, sifat-sifat dan tingkah
laku sesama manusia, tubuh manusia.
3. Sistem kemasyarakatan atau
organisasi sosial
Dimaknai sebagai sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Organisasi sosial meliputi: kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan, sistem kesatuan hidup, perkumpulan.
Dimaknai sebagai sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Organisasi sosial meliputi: kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan, sistem kesatuan hidup, perkumpulan.
4. Sistem peralatan hidup dan
teknologi
Teknologi di sini dimaknai sebagai jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat, meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah, pemrosesan bahan-bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi dan kebutuhan lain yang berupa benda material. Unsur teknologi yang paling menonjol adalah kebudayaan fisik yang meliputi, alat-alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan serta alat-alat transportasi.
Teknologi di sini dimaknai sebagai jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat, meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah, pemrosesan bahan-bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi dan kebutuhan lain yang berupa benda material. Unsur teknologi yang paling menonjol adalah kebudayaan fisik yang meliputi, alat-alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan serta alat-alat transportasi.
5. Sistem mata pencaharian
Ini merupakan segala usaha manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem ekonomi ini meliputi, berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan perdagangan.
Ini merupakan segala usaha manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem ekonomi ini meliputi, berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan perdagangan.
6. Sistem religi
Perpaduan antara keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal suci dan tidak terjangkau oleh akal. Sistem ini meliputi, sistem kepercayaan, sistem nilai dan pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.
Perpaduan antara keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal suci dan tidak terjangkau oleh akal. Sistem ini meliputi, sistem kepercayaan, sistem nilai dan pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.
7.Kesenian
Kesenian dapat dimaknai sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu timbul dari imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia. Pemetaan bentuk kesenian dapat terbagi menjadi tiga garis besar, yaitu; seni rupa, seni suara dan seni tari.
Kesenian dapat dimaknai sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu timbul dari imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia. Pemetaan bentuk kesenian dapat terbagi menjadi tiga garis besar, yaitu; seni rupa, seni suara dan seni tari.
Wujud Kebudayaan
J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000)
membedakan adanya tiga ‘gejala kebudayaan’ : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan
(3) artifact, dan ini diperjelas oleh Koenjtaraningrat yang
mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :
- Wujud kebudayaan sebagai suatu yang
kompleks dari ide-ide,
gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
- Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola
dari manusia dalam masyarakat
- Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Mengenai wujud kebudayaan ini, Elly M.Setiadi
dkk dalam Buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (2007:29-30) memberikan
penjelasannya sebagai berikut :
1.
Wujud Ide
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari
kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan
tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang
bersangkutan itu hidup. Wujud ide biasanya juga disebut sebagai adat istiadat
2.
Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena
menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini
bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini
terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta
bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud
perilaku dan bahasa.
3.
Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik,
dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa
diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain
komputer dll.
Unsur dan Wujud Kebudayaan Masyarakat di Banjarmasin
https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/kalimantan-selatan/pasar-terapung-pasar-tradisional-yang-unik-di-kalimantan-selatan.html
1. Bahasa
Bahasa utama yang digunakan di Banjarmasin adalah bahasa Banjar
Bahasa Banjar adalah bahasa daerah Kalimantan Selatan yang dipergunakan oleh suku banjar. Bahasa Banjar merupakan anak cabang bahasa yang berkembang dari bahasa Melayu.
Dialek
dari bahasa Banjar yang bisa dibedakan :
- -Bahasa
Banjar Hulu Sungai/Bahasa Banjar Hulu
- -Bahasa
Banjar Kuala
Dialek Banjar Kuala umumnya dipakai oleh penduduk asli sekitar kota Banjarmasin,Martapura dan Pelaihari
Dialek Banjar Hulu adalah bahasa Banjar yang dipakai penduduk daerah Hulu Sungai umumnya yaitu daerah Kabupaten Tapi, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara(dan Balangan), Tabalog, Amuntai, Alabiu,Kalua, Kandangan. Pemakau dialek Banjar Hulu ini jauh lebih luas dan masih menunjukkan beberapa versi sub dialek lagi
2. Sistem Pengetahuan
Dalam seriap suku bangsa pasti memiliki sistem pengetahuan yang diturunkan secara turun menurun oleh nenek moyang mereka, begitu juga dengan suku banjar yang ada di Kalimantan Selatan. Beberapa pengetahuan yang dimiliki secara turun menurun oleh suku banjar:
1. Pengetahuan tentang Alam sekitar/ Tempat tinggal
2. Pengetahuan tentang Fauna dan Flora di daerahnya
3. Pengetahuan tentang Pengobatan Tradisional
4. Sistem Pengetahuan tentang waktu
5. Sistem Ilmu Pengetahuan
ciri khas sistem ilmu pengetahuan banjar, berkembangnya pendidikan tradisional
utamanya pendidikan agama Islam yang dikenal sebagai "pengajian". Pelajaran
yang diberikan oleh tuan guru dalam pengajian adalah tauhud, fiqih dan ilmu tasawuf
3. Organisasi Sosial
Masyarakat suku Banjar mengenal istilah Bubuhan,istilah bubuhan dalam masyarakat
Banjar adalah kelompok kekerabatan yang merupakan kumpulan dari keluarga batih
yang merupakan satu kesatuan. Bubuhan ini yang menurut pengertian Sosiologi
adalah keluarga besar, yaitu yang terdiri dari dua keluarga batih atau lebih
yang masih mempunyai hubungan keturunan satu sama lain, baik menurut garis
keturunan ayah atau ibu. Keluarga bubuhan, yang disebut keluarga besar, tetapi
disebut pula keluarga luas.Dari perkawinan terbentuklah suatu kelompok
kekerabatan yang sering disebut keluarga inti atau keluarga batih.Satu keluarga
batih terdiri dari satu suami dan satu istri (atau lebih).Selama satu tahun
tersebut, keluarga batih baru ini diberi kesempatan untuk mengerjakan sawah
atau ladang sendiri dan orang tua istri, mereka selalu membantu kehidupan
keluarga baru ini.
Untuk memanggil orang yang seumur boleh
dipanggil ikam, boleh juga menggunakan kata aku untuk menunjuk diri
sendiri.Sedangkan untuk menghormati atau memanggil yang lebih tua digunakan
kata pian atau andika, dan kata ulun untuk menunjuk diri sendiri.
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
1. Alat-Alat Produktif
Peralatan
yang digunakan antara lain:
-Peralatan
untuk bertani: parang cangkuk (untuk menebas),parang Duyung (untuk merumput di
sawah),parang Lantik (untuk menebaspepohonan yang kecil),Belayung (untuk
menebang pohon yang besar),dan cangkul
-Peralatan
untuk rumah tangga : Parang Bungkul (untuk memotong benda-benda yang cukup
besar),pisau,lading,kapak,dll.
Parang Lantik
https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/benda-tajam/42vvk8-jual-parang-lantik-banjar
2. Senjata
Senjata digunakan masyarakat Banjar untuk melindungi dirinya dari musuh dan bisa juga berfungsi sebagai alat produktif seperti untuk mengangkap ikan,berburu di hutan,jerat pelangkap,dll.
Senjata digunakan masyarakat Banjar untuk melindungi dirinya dari musuh dan bisa juga berfungsi sebagai alat produktif seperti untuk mengangkap ikan,berburu di hutan,jerat pelangkap,dll.
3. Makanan
Dalam pembuatan makanan diperlukan sistem teknologi yang digunakan untuk membuat makanan tersebut mempunyai nilai lebih.Bagaimana cara mengolah,memasak,dan menyajikannya juga harus diperhatikan.apalagi penggunaan bumbu-bumbunya.salah satu hasil makanan orang Banjar yang terkenal adalah soto Banjar yang telah turun menurun diwariskan oleh leluhur mereka.
Dalam pembuatan makanan diperlukan sistem teknologi yang digunakan untuk membuat makanan tersebut mempunyai nilai lebih.Bagaimana cara mengolah,memasak,dan menyajikannya juga harus diperhatikan.apalagi penggunaan bumbu-bumbunya.salah satu hasil makanan orang Banjar yang terkenal adalah soto Banjar yang telah turun menurun diwariskan oleh leluhur mereka.
Soto Banjar
http://infokuliner.com/resep-masakan-cara-membuat-soto-banjar
4. Pakaian dan Perhiasan
Untuk itu dalam pembuatannya diperlukan sistem teknologi yang tepat seperti pembuatan kain sasirangan yang mengguanakan teknik cetak sehingga dihasilkan kain yang bermotif sama,dalam pembuatan kain tenun juga dilakukan teknik tenun halus.Perhiasan digunakan sebagai cedera mata, pelengkap dalam berbusana dan menambah keanggunan seseorang.Masyarakat Banjar telah mengenal perhiasan sejak dulu yaitu ada yang menggunakan lokan,kerang,batu hias,dan emas.
Untuk itu dalam pembuatannya diperlukan sistem teknologi yang tepat seperti pembuatan kain sasirangan yang mengguanakan teknik cetak sehingga dihasilkan kain yang bermotif sama,dalam pembuatan kain tenun juga dilakukan teknik tenun halus.Perhiasan digunakan sebagai cedera mata, pelengkap dalam berbusana dan menambah keanggunan seseorang.Masyarakat Banjar telah mengenal perhiasan sejak dulu yaitu ada yang menggunakan lokan,kerang,batu hias,dan emas.
5. Rumah
Orang Banjar mengenal sistem pembuatan rumah mereka yaitu dengan mengikat bahan material,merangkai kayu-kayu,dan menyusunnya menjadi bentuk sebuah rumah yang mereka inginkan.dengan bahan utama adalah kayu ulin karena banyak terdapat di sekitar mereka.Rumah yang dijadikan rumah adat adalah rumah bubungan tinggi/rumah panggung karena bentuk pada bagian atapnya yang begitu lancip dengan sudut 45º. Pada mulanya bangunan rumah adat Banjar ini memiliki konstruksiberbentuk segi empat yang memanjang ke depan.
Orang Banjar mengenal sistem pembuatan rumah mereka yaitu dengan mengikat bahan material,merangkai kayu-kayu,dan menyusunnya menjadi bentuk sebuah rumah yang mereka inginkan.dengan bahan utama adalah kayu ulin karena banyak terdapat di sekitar mereka.Rumah yang dijadikan rumah adat adalah rumah bubungan tinggi/rumah panggung karena bentuk pada bagian atapnya yang begitu lancip dengan sudut 45º. Pada mulanya bangunan rumah adat Banjar ini memiliki konstruksiberbentuk segi empat yang memanjang ke depan.
Namun perkembangannya kemudian bentuk segi empat panjang
tersebut mendapat tambahan di samping kiri dan kanan bangunan dan agak ke belakang ditambah
dengan sebuah ruangan yang berukuran sama panjang. Penambahan ini dalam bahasa
Banjar disebut disumbi.
Bangunan tambahan di samping kiri dan kanan ini tamapak
menempel (dalam bahasa Banjar: Pisang Sasikat) dan menganjung keluar.
Bangunan tambahan di kiri dan kanan tersebut disebut
juga anjung; sehingga kemudian bangunan rumah adat Banjar lebih
populer dengan nama Rumah Ba-anjung.
Rumah Bubungan Tinggi
https://rumahnusa.blogspot.com/2012/12/rumah-tradisional-suku-banjar.html
6.Alat-Alat Trasnportasi
Yang menjadi alat transportasi utama mereka adalah jukung yang menjadi sarana trasportasi sungai. Dari ke-8 sistem teknologi tersebut menandakan bahwa masyarakat Banjar telah peka terhadap perkembangan teknologi yang sangat mereka perlukan untuk mempermudah pekerjaan mereka
Yang menjadi alat transportasi utama mereka adalah jukung yang menjadi sarana trasportasi sungai. Dari ke-8 sistem teknologi tersebut menandakan bahwa masyarakat Banjar telah peka terhadap perkembangan teknologi yang sangat mereka perlukan untuk mempermudah pekerjaan mereka
5. Sistem Mata Pencaharian
Orang Banjar dikenal dengan julukan masyarakat air (`the
water people') karena adanya pasar terapung, tempat perdagangan hasil bumi dan
kebutuhan hidup sehari-hari.
Melihat corak ekonominya, maka dapat dibagi
menjadi beberapa sub bidang yaitu:
1. Pertanian
Kehidupan masyarakat Banjar tidak lepas dengan
kehidupan agrarisnya, mengingat kebanyakan penduduk Kal-Sel menyandarkan
pendapatannya dalam bidang ini, walaupun untuk usaha sampinganpun juga
dilakukan apalagi bagi penduduk yang bertempat tinggal didataran rendah,
dataran tinggi, rawa dan dekat sungai.
http://awansubarkah.blogspot.com/2015/01/pertahankan-lahan-pertanian-pangan.html
2. Berkebun
Berkebun merupakan kegiatan masyarakat yang
dilakukan di dataran rendah dan di dataran tinggi sesuai dengan geografis
wilayahnya, usaha berkebun ini sebagai usaha jangka panjang yang dilakukan.
3.Perikanan
1. Perikanan Darat
2. Perikanan disungai besar
3. Kumpai Paiwakan
Jenis perngusahaan perikanan ini umumnya berada di tepian sungai-sungai besar dengan memanfaatkan
batang pohon dan enceng gondok. Namun, pemeliharaan ikan ini lebih di khususkan sebagai tempat
memancing dan menombak ikan yang hidup didalamnya.
4. Raba
Sama seperti mkumpai paiwakan media yang digunakan adalah batang pohon dan enceng gondok.
5. Danau
6. Sungai Paiwakan
Anak-anak sungai ditujukan kedaerah rawa untuk kemudian sebagai tempat perkembangan ikan dengan
menggunakan penghalang yang terbuat dari bambu, pada saat musim penghujan maka penghalang antara
anak sungai dengan rawa ini dibuka dimaksudkan agar ikan-ikan ini kemudian tertampung di air rawa.
7. Sumur Paiwakan
Hampir sama seperti sungai paiwakan bedanya lokasinya jauh dari tepi sungai.
4. Peternakan
Hewan-hewan yang diternakkan diantaranya adalah kerbau, sapi, itik dan ayam rumah
5. Meramu
kegiatan meramu yang ada pada saat sekarang yaitu:
meramu Galam,
meramu Kapur naga, papung, dan balangiran
meramu halayung dan sirang
meramu rotan
6. Kerajinan Tangan
Beberapa jenis kerajinan yang berkembang di Kalimantan Selatan :
- penggosokan intan dan batu-batu alam
-kerajinan dengan media daun-daunan(misalnya daun rumbia)
-kerajinan rotan
-kerajinan pembuatan kain tradisional
-pembuatan anyaman purun
-kerajinan pembuatan alat penangkap ikan
-pembuatan kue-kue tradisional
7. Kegiatan Perdagangan
Kegiatan
perdagangan ini berkembang pada masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran
sungai, bidangnya sendiripun ada berbagai macam perdagangan yang dijalankan
oleh masyarakatnya sesuai dengan tingkat keperluan. Namun, ada ciri khas dalam
kegiatan berdagang itu sendiri yakni dikenalnya system penyambangan atau pembalantikan
(sebagai pedagang perantara antara produsen utama dengan konsumen tingkat
lanjut yang biasanya menunggu ditempat-tempat tertentu untuk membeli secara
langsung barang-barang yang akan dijual langsung dari produsen).
Pasar Terapung
https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/kalimantan-selatan/pasar-terapung-pasar-tradisional-yang-unik-di-kalimantan-selatan.html
Warung Lanting
http://kalsel.prokal.co/read/news/7170-warung-terapung-di-banjarmasin-semakin-berkurang
6. Sistem Religi
Suku
Banjar merupakan penduduk asli sebagian wilayah propinsi Kalimantan
Selatan.Mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam.Pengkategorian atas
berbagai sistem kepercayaan yang ada ini dalam masyarakat Banjar sebagian
berdasarkan atas kesatuan-kesatuan sosial yang menganutnya.Dalam
ungkapan lain, istilah Islam Banjar setara dengan istilah-istilah berikut:
Islam di Tanah Banjar, Islam menurut pemahaman dan pengalaman masyarakat
Banjar, Islam yang berperan dalam masyarakat dan budaya Banjar, atau
istilah-istilah lain yang sejenis, tentunya dengan penekanan-penekanan tertentu
yang bervariasi antara istilah yang satu dengan lainnya.
Kepercayaan yang berasal
dari ajaran Islam bukanlah satu-satunya kepercayaan religius yang dianut
masyarakat Banjar, sistem ritual dan sistem upacara yang diajarkan Islam
bukanlah satu-satunya sistem upacara yang dilakukan.
Keseluruhan kepercayaan
yang dianut orang Banjar menurut beberapa Sejarawan Banjar telah dibedakan
menjadi tiga kategori:
-Yang pertama ialah kepercayaan yang bersumber dari ajaran
Islam.
- Yang kedua ialah kepercayaan bubuhan
- Yang ketiga ialah kepecayaan lingkungan
7. Kesenian
Masyarakat Banjar telah mengenal berbagai jenis dan
bentuk kesenian, baik Seni Klasik, Seni Rakyat, maupun Seni Religius Kesenian
yang menjadi milik masyarakat Banjar. Suku Banjar mengembangkan seni
dan budaya yang cukup lengkap, walaupun pengembangannya belum maksimal,
meliputi berbagai cabang seni. Seni ukir dan arsitektur tradisional Banjar
tampak sekali pembauran budaya, demikian pula alat rumah tangga, transportasi, , nyanyian, dan sebagainya.
1. Seni tari
Seni tari banjar terbagi menjadi dua yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana dan seni tari yang dikembangkan oleh rakyat. Beberapa seni tari daerah banjar yang terkenal: Tari Baksa Kembang, Tari Baksa Panah, Tari Baksa Dadap, Tari Baksa Lilin, Tari Baksa Tameng, Tari Radap Rahayu, Tari Kuda Kepang.
Tari Baksa Kembang
http://lemariindonesia.blogspot.com/2016/01/tari-baksa-kembang-budaya-dari.html
2. Seni Karawitan
Gamelan Banjar tipe keratin dan kerakyatan
3. Lagu Daerah
Lagu daerah Banjar yang terkenal beberapa diantaranya yaitu Sapu Tangan Bapuncu Ampat, Ampar-Ampar Pisang, dan Paris Barantai.
4. Seni Rupa Dwimatra
Seni anyaman, seni lukisan kaca, seni tatah/ ukir, pencak silat kuntau banjar
5. Seni Rupa Trimatra(Rumah Adat)
a. Rumah Bubungan Tinggi
b. Rumah Gajah Baliku
c. Rumah Gajah Manyusu
d. Rumah Balai Laki
e. Rumah Balai Bini
f. Rumah Palimbangan
g. Rumah Palimasan
h. Rumah Cacak Burung
i. Rumah Tadah Alas
j. Rumah Lanting
k. Rumah Joglo Gudang
l. Rumah Bangun Gudang
Rumah Bangun Gudang Sungai Jingah
https://id.wikipedia.org/wiki/Bangun_Gudang
6. Jukung Banjar
Jukung adalah transportasi khas Kalimantan. Ciri khasnya terletak
pada teknik pembuatannyayang mempertahankan sistem pembakaran pada rongga batang
kayubulat yang akan dibuat menjadi jukung.
Beberapa jenis jukung :
1. Jukung Sudur
2. Jukung Sudur Biasa
3. Jukung Sudur Bakapih
4. Jukung Sudur Anak Ripang
5. Jukung Patai
6.Jukung Biasa
7. Jukung Hawaian
8. Jukung Kuin
9. Jukung Pelanjan
10. Jukung Ripang Hatap
11. Jukung Pemadang
12. Jukung Tambangan
13. Jukung Babanciran
14. Jukung Undaan
15. Jukung Parahan
16. Jukung Gundul
17. Jukung Pandan Liris
7. Wayang Banjar
Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gung/ Wayang Gong
8. Mamanda
Mamanda merupakan seni teater tradisional suku Banjar
9. Tradisi Bananagaan
Naga Badudung, kepala Naga Gambar Sawit, dan Kepala Naga Darat
Wujud Kebudayaan Masyarakat di Banjarmasin
-Wujud ide/gagasan
Wujud
dari ide atau gagasan yang biasanya ada di Masyarakat yaitu Budaya Banjar yang
selalu berkaitan dengan ajaran agama Islam, kegiatan ini biasanya juga disebut
sebagai adat istiadat
Berikut ini
adalah beberapa aktivitas yang masih dilakukan walaupun ada yang frekuensinya
agak berkurang:
1. Baayun
Mulud
Baayun Mulud adalah kebudayaan
suku Banjar yang merupakan perpaduan antara tradisi nenek moyang suku Banjar
dengan Islam. Tradisi Baayun Mulud merupakan kegiatan adat mengayun bayi atau
anak yang diiringi dengan salawat Nabi.
2. Bausung
Kebudayaan yang satu ini
berhubungan dengan pernikahan. Kedua mempelai digendong atau diusung oleh
penari sebelum bersanding di pelaminan. Bausung sendiri berasal dari kata usung
yang berarti gendong.
Bausung Pengantin
http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/07/31/bausung-pangantin-banjar-pikat-warga-jambi
3. Batimung
Batimung adalah melaksanakan mandi
uap agar keringat tubuh terkuras dan menjadi wangi. Batimung masih
dilakukan sampai sekarang oleh calon pengantin wanita sebelum menjelang hari
pernikahan
Batimung
https://www.marimembaca.com/2018/04/batimung-spa-tradisional-ala-banjarmasin.html
-Wujud Perilaku atau aktivitas
Perilaku dan
aktivitas adalah kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Kegiatan yang masih
bisa dilihat sampai sekarang yaitu aktivitas mewarung masyrakat yang biasanya
nongkrong di warung kopi sambil mengobrol dengan warga yang lain, di warung ini
biasanya mereka melakukan interaksi bapender(ngobrol), bagayaan(bercanda), dan
behapakan(saling membully dan bercanda)
https://www.beritabanjarmasin.com/2016/04/wali-kota-banjarmasin-di-pekapuran-usai.html
-Wujud
Artefak
wujud artefak hasil kebudayaan Banjar cukup
banyak diantaranya ada makanan, rumah adat banjar, seni tari, dan kain sasirangan
kain sasirangan
https://blogbarupunyaadisaputra.blogspot.com/2016/06/banjarmasin-budaya-makanan-dan-ciri-khas.html
Sumber
Pustaka:
https://www.instagram.com/p/BfxYz6SBmYU/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=n8jkivmir8ys












Comments
Post a Comment