Identifikasi Unsur-Unsur dan Wujud Kebudayaan Masyrakat di Banjarmasin

Unsur dan Wujud Kebudayaan


Budaya berasal dari bahasa sansekerta yakni ‘Buddhayah’. Kata ini memiliki arti bahwa segala sesuatu yang ada hubungannya dengan akal serta budi manusia. Sedangkan secara harfiah, budaya merupakan cara hidup yang digunakan sekelompok masyarakat yang diturunkan dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya
Kebudayaan atau disingkat “budaya”, menurut Koentjaraningrat  merupakan “keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.”
Menurut Clifford Geertz kebudayaan merupakan sistem mengenai konsepsi-konsepsi yang diwariskan dalam bentuk simbolik, yang dengan cara ini manusia dapat berkomunikasi, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan dan sikapnya terhadap kehidupan.
Menurut E. B Taylor, dalam bukunya “Primitive Cultures”, mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.”


Unsur Kebudayaan

Mengenai unsur kebudayaan, dalam bukunya pengantar Ilmu Antropologi, Koenjtaraningrat, mengambil sari dari berbagai kerangka yang disusun para sarjana Antropologi, mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang kemudian disebut unsur-unsur kebudayaan universal, antaralain :
  1. Bahasa
  2. Sistem Pengetahuan
  3. Organisasi Sosial
  4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
  5. Sistem Mata Pencaharian
  6. Sistem Religi
  7. Kesenian
1. Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan.Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa.Esensi bahasa Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi adalah deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta variasivariasi dari bahasa itu.

2. Sistem Pengetahuan
 Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Unsur ini berkisar pada pengetahuan tentang kondisi alam sekelilingnya dan sifat-sifat peralatan yang dipakainya. Sistem pengetahuan meliputi ruang pengetahuan tentang alam sekitar, flora dan fauna, waktu, ruang dan bilangan, sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia, tubuh manusia.

3. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial
Dimaknai sebagai sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Organisasi sosial meliputi: kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan, sistem kesatuan hidup, perkumpulan.

4. Sistem peralatan hidup dan teknologi
Teknologi di sini dimaknai sebagai jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat, meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah, pemrosesan bahan-bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi dan kebutuhan lain yang berupa benda material. Unsur teknologi yang paling menonjol adalah kebudayaan fisik yang meliputi, alat-alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan serta alat-alat transportasi.

5. Sistem mata pencaharian
Ini merupakan segala usaha manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem ekonomi ini meliputi, berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan perdagangan.

6. Sistem religi
Perpaduan antara keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal suci dan tidak terjangkau oleh akal. Sistem ini meliputi, sistem kepercayaan, sistem nilai dan pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.

 7.Kesenian
Kesenian dapat dimaknai sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu timbul dari imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia. Pemetaan bentuk kesenian dapat terbagi menjadi tiga garis besar, yaitu; seni rupa, seni suara dan seni tari.

Wujud Kebudayaan

J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga ‘gejala kebudayaan’ : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini diperjelas oleh Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :
  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Mengenai wujud kebudayaan ini, Elly M.Setiadi dkk dalam Buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (2007:29-30) memberikan penjelasannya sebagai berikut :
1. Wujud Ide
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Wujud ide biasanya juga disebut sebagai adat istiadat
2.  Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3. Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.

Unsur dan Wujud Kebudayaan Masyarakat di Banjarmasin

https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/kalimantan-selatan/pasar-terapung-pasar-tradisional-yang-unik-di-kalimantan-selatan.html

1. Bahasa

Bahasa utama yang digunakan di Banjarmasin adalah bahasa Banjar
Bahasa Banjar adalah bahasa daerah Kalimantan Selatan yang dipergunakan oleh suku banjar. Bahasa Banjar merupakan anak cabang bahasa yang berkembang dari bahasa Melayu.

Dialek dari bahasa Banjar yang bisa dibedakan :
-     -Bahasa Banjar Hulu Sungai/Bahasa Banjar Hulu
-      -Bahasa Banjar Kuala

Dialek Banjar Kuala umumnya dipakai oleh penduduk asli sekitar kota Banjarmasin,Martapura dan Pelaihari
Dialek Banjar Hulu adalah bahasa Banjar yang dipakai penduduk daerah Hulu Sungai umumnya yaitu daerah Kabupaten Tapi, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara(dan Balangan), Tabalog, Amuntai, Alabiu,Kalua, Kandangan. Pemakau dialek Banjar Hulu ini jauh lebih luas dan masih menunjukkan beberapa versi sub dialek lagi


2. Sistem Pengetahuan

Dalam seriap suku bangsa pasti memiliki sistem pengetahuan yang diturunkan secara turun menurun oleh nenek moyang mereka, begitu juga dengan suku banjar yang ada di Kalimantan Selatan. Beberapa pengetahuan yang dimiliki secara turun menurun oleh suku banjar:
  1. Pengetahuan tentang Alam sekitar/ Tempat tinggal
  2. Pengetahuan tentang Fauna dan Flora di daerahnya
  3. Pengetahuan tentang Pengobatan Tradisional
  4. Sistem Pengetahuan tentang waktu
  5. Sistem Ilmu Pengetahuan
    ciri khas sistem ilmu pengetahuan banjar, berkembangnya pendidikan tradisional
    utamanya pendidikan agama Islam yang dikenal sebagai "pengajian". Pelajaran
    yang diberikan oleh tuan guru dalam pengajian adalah tauhud, fiqih dan ilmu tasawuf

3. Organisasi Sosial

Masyarakat suku Banjar mengenal istilah Bubuhan,istilah bubuhan dalam masyarakat Banjar adalah kelompok kekerabatan yang merupakan kumpulan dari keluarga batih yang merupakan satu kesatuan. Bubuhan ini yang menurut pengertian Sosiologi adalah keluarga besar, yaitu yang terdiri dari dua keluarga batih atau lebih yang masih mempunyai hubungan keturunan satu sama lain, baik menurut garis keturunan ayah atau ibu. Keluarga bubuhan, yang disebut keluarga besar, tetapi disebut pula keluarga luas.Dari perkawinan terbentuklah suatu kelompok kekerabatan yang sering disebut keluarga inti atau keluarga batih.Satu keluarga batih terdiri dari satu suami dan satu istri (atau lebih).Selama satu tahun tersebut, keluarga batih baru ini diberi kesempatan untuk mengerjakan sawah atau ladang sendiri dan orang tua istri, mereka selalu membantu kehidupan keluarga baru ini.
Untuk memanggil orang yang seumur boleh dipanggil ikam, boleh juga menggunakan kata aku untuk menunjuk diri sendiri.Sedangkan untuk menghormati atau memanggil yang lebih tua digunakan kata pian atau andika, dan kata ulun untuk menunjuk diri sendiri.


4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi


1. Alat-Alat Produktif

Peralatan yang digunakan antara lain:
-Peralatan untuk bertani: parang cangkuk (untuk menebas),parang Duyung (untuk merumput di sawah),parang Lantik (untuk menebaspepohonan yang kecil),Belayung (untuk menebang pohon yang besar),dan cangkul
-Peralatan untuk rumah tangga : Parang Bungkul (untuk memotong benda-benda yang cukup besar),pisau,lading,kapak,dll.
Parang Lantik
https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/benda-tajam/42vvk8-jual-parang-lantik-banjar

2. Senjata                                     
Senjata digunakan masyarakat Banjar untuk melindungi dirinya dari musuh dan bisa juga berfungsi sebagai alat produktif seperti untuk mengangkap ikan,berburu di hutan,jerat pelangkap,dll.

3. Makanan
Dalam pembuatan makanan diperlukan sistem teknologi yang digunakan untuk membuat makanan tersebut mempunyai nilai lebih.Bagaimana cara mengolah,memasak,dan menyajikannya juga harus diperhatikan.apalagi penggunaan bumbu-bumbunya.salah satu hasil makanan orang Banjar yang terkenal adalah soto Banjar yang telah turun menurun diwariskan oleh leluhur mereka.
Soto Banjar
http://infokuliner.com/resep-masakan-cara-membuat-soto-banjar



4. Pakaian dan Perhiasan
Untuk itu dalam pembuatannya diperlukan sistem teknologi yang tepat seperti pembuatan kain sasirangan yang mengguanakan teknik cetak sehingga dihasilkan kain yang bermotif sama,dalam pembuatan kain tenun juga dilakukan teknik tenun halus.Perhiasan digunakan sebagai cedera mata, pelengkap dalam berbusana dan menambah keanggunan seseorang.Masyarakat Banjar telah mengenal perhiasan sejak dulu yaitu ada yang menggunakan lokan,kerang,batu hias,dan emas.

5. Rumah
Orang Banjar mengenal sistem pembuatan rumah mereka yaitu dengan mengikat bahan material,merangkai kayu-kayu,dan menyusunnya menjadi bentuk sebuah rumah yang mereka inginkan.dengan bahan utama adalah kayu ulin karena banyak terdapat di sekitar mereka.Rumah yang dijadikan rumah adat adalah rumah bubungan tinggi/rumah panggung karena bentuk pada bagian atapnya yang begitu lancip dengan sudut 45º. Pada mulanya bangunan rumah adat Banjar ini memiliki konstruksiberbentuk segi empat yang memanjang ke depan.
Namun perkembangannya kemudian bentuk segi empat panjang tersebut mendapat tambahan di samping kiri dan kanan bangunan dan agak ke belakang ditambah dengan sebuah ruangan yang berukuran sama panjang. Penambahan ini dalam bahasa Banjar disebut disumbi.
Bangunan tambahan di samping kiri dan kanan ini tamapak menempel (dalam bahasa Banjar: Pisang Sasikat) dan menganjung keluar.
Bangunan tambahan di kiri dan kanan tersebut disebut juga anjung; sehingga kemudian bangunan rumah adat Banjar lebih populer dengan nama Rumah Ba-anjung.
Rumah Bubungan Tinggi
https://rumahnusa.blogspot.com/2012/12/rumah-tradisional-suku-banjar.html

 6.Alat-Alat Trasnportasi
Yang menjadi alat transportasi utama mereka adalah jukung yang menjadi sarana trasportasi sungai. Dari ke-8 sistem teknologi tersebut menandakan bahwa masyarakat Banjar telah peka terhadap perkembangan teknologi yang sangat mereka perlukan untuk mempermudah pekerjaan mereka

5. Sistem Mata Pencaharian

Orang Banjar dikenal dengan julukan masyarakat air (`the water people') karena adanya pasar terapung, tempat perdagangan hasil bumi dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Melihat corak ekonominya, maka dapat dibagi menjadi beberapa sub bidang yaitu:

1. Pertanian
Kehidupan masyarakat Banjar tidak lepas dengan kehidupan agrarisnya, mengingat kebanyakan penduduk Kal-Sel menyandarkan pendapatannya dalam bidang ini, walaupun untuk usaha sampinganpun juga dilakukan apalagi bagi penduduk yang bertempat tinggal didataran rendah, dataran tinggi, rawa dan dekat sungai.
http://awansubarkah.blogspot.com/2015/01/pertahankan-lahan-pertanian-pangan.html

2. Berkebun
Berkebun merupakan kegiatan masyarakat yang dilakukan di dataran rendah dan di dataran tinggi sesuai dengan geografis wilayahnya, usaha berkebun ini sebagai usaha jangka panjang yang dilakukan.

3.Perikanan
    1. Perikanan Darat
    2. Perikanan disungai besar
    3. Kumpai Paiwakan
        Jenis perngusahaan perikanan ini umumnya berada di tepian sungai-sungai besar dengan memanfaatkan 
        batang pohon dan enceng gondok. Namun, pemeliharaan ikan ini lebih di khususkan sebagai tempat
        memancing dan menombak ikan yang hidup didalamnya.
    4. Raba
        Sama seperti mkumpai paiwakan media yang digunakan adalah batang pohon dan enceng gondok.
    5. Danau
    6. Sungai Paiwakan
        Anak-anak sungai ditujukan kedaerah rawa untuk kemudian sebagai tempat perkembangan ikan dengan
        menggunakan penghalang yang terbuat dari bambu, pada saat musim penghujan maka penghalang antara
        anak sungai dengan rawa ini dibuka dimaksudkan agar ikan-ikan ini kemudian tertampung di air rawa.
    7. Sumur Paiwakan
        Hampir sama seperti sungai paiwakan bedanya lokasinya jauh dari tepi sungai.

4. Peternakan
 Hewan-hewan yang diternakkan diantaranya adalah kerbau, sapi, itik dan ayam rumah

5. Meramu
kegiatan meramu yang ada pada saat sekarang yaitu:
 meramu Galam, 
 meramu Kapur naga, papung, dan balangiran
 meramu halayung dan sirang
meramu rotan

6. Kerajinan Tangan
Beberapa jenis kerajinan yang berkembang di Kalimantan Selatan :
- penggosokan intan dan batu-batu alam
-kerajinan dengan media daun-daunan(misalnya daun rumbia)
-kerajinan rotan
-kerajinan pembuatan kain tradisional
-pembuatan anyaman purun
-kerajinan pembuatan alat penangkap ikan
-pembuatan kue-kue tradisional

7. Kegiatan Perdagangan
Kegiatan perdagangan ini berkembang pada masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai, bidangnya sendiripun ada berbagai macam perdagangan yang dijalankan oleh masyarakatnya sesuai dengan tingkat keperluan. Namun, ada ciri khas dalam kegiatan berdagang itu sendiri yakni dikenalnya system penyambangan atau pembalantikan (sebagai pedagang perantara antara produsen utama dengan konsumen tingkat lanjut yang biasanya menunggu ditempat-tempat tertentu untuk membeli secara langsung barang-barang yang akan dijual langsung dari produsen).
Pasar Terapung
https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/kalimantan-selatan/pasar-terapung-pasar-tradisional-yang-unik-di-kalimantan-selatan.html
Warung Lanting
http://kalsel.prokal.co/read/news/7170-warung-terapung-di-banjarmasin-semakin-berkurang

6. Sistem Religi
Suku Banjar merupakan penduduk asli sebagian wilayah propinsi Kalimantan Selatan.Mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam.Pengkategorian atas berbagai sistem kepercayaan yang ada ini dalam masyarakat Banjar sebagian berdasarkan atas kesatuan-kesatuan sosial yang menganutnya.Dalam ungkapan lain, istilah Islam Banjar setara dengan istilah-istilah berikut: Islam di Tanah Banjar, Islam menurut pemahaman dan pengalaman masyarakat Banjar, Islam yang berperan dalam masyarakat dan budaya Banjar, atau istilah-istilah lain yang sejenis, tentunya dengan penekanan-penekanan tertentu yang bervariasi antara istilah yang satu dengan lainnya.
Kepercayaan yang berasal dari ajaran Islam bukanlah satu-satunya kepercayaan religius yang dianut masyarakat Banjar, sistem ritual dan sistem upacara yang diajarkan Islam bukanlah satu-satunya sistem upacara yang dilakukan.
Keseluruhan kepercayaan yang dianut orang Banjar menurut beberapa Sejarawan Banjar telah dibedakan menjadi tiga kategori:
-Yang pertama ialah kepercayaan yang bersumber dari ajaran Islam.
- Yang kedua ialah kepercayaan bubuhan
- Yang ketiga ialah kepecayaan lingkungan

7. Kesenian
Masyarakat Banjar telah mengenal berbagai jenis dan bentuk kesenian, baik Seni Klasik, Seni Rakyat, maupun Seni Religius Kesenian yang menjadi milik masyarakat Banjar. Suku Banjar mengembangkan seni dan budaya yang cukup lengkap, walaupun pengembangannya belum maksimal, meliputi berbagai cabang seni. Seni ukir dan arsitektur tradisional Banjar tampak sekali pembauran budaya, demikian pula alat rumah tangga, transportasi,  , nyanyian, dan sebagainya.

1. Seni tari
Seni tari banjar terbagi menjadi dua  yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana dan seni tari yang dikembangkan oleh rakyat. Beberapa seni tari daerah banjar yang terkenal: Tari Baksa Kembang, Tari Baksa Panah, Tari Baksa Dadap, Tari Baksa Lilin, Tari Baksa Tameng, Tari Radap Rahayu, Tari Kuda Kepang.
Tari Baksa Kembang
http://lemariindonesia.blogspot.com/2016/01/tari-baksa-kembang-budaya-dari.html

2. Seni Karawitan
Gamelan Banjar tipe keratin dan kerakyatan

3. Lagu Daerah
Lagu daerah Banjar yang terkenal beberapa diantaranya yaitu Sapu Tangan Bapuncu Ampat, Ampar-Ampar Pisang, dan Paris Barantai.

4. Seni Rupa Dwimatra
Seni anyaman, seni lukisan kaca, seni tatah/ ukir, pencak silat kuntau banjar

5. Seni Rupa Trimatra(Rumah Adat)
a. Rumah Bubungan Tinggi
b. Rumah Gajah Baliku
c. Rumah Gajah Manyusu
d. Rumah Balai Laki
e. Rumah Balai Bini
f. Rumah Palimbangan
g. Rumah Palimasan
h. Rumah Cacak Burung
i. Rumah Tadah Alas
j. Rumah Lanting
k. Rumah Joglo Gudang
l. Rumah Bangun Gudang
Rumah Bangun Gudang Sungai Jingah
https://id.wikipedia.org/wiki/Bangun_Gudang

6. Jukung Banjar
Jukung adalah transportasi khas Kalimantan. Ciri khasnya terletak pada teknik pembuatannyayang mempertahankan sistem pembakaran pada rongga batang kayubulat yang akan dibuat menjadi jukung. 
Beberapa jenis jukung :

1. Jukung Sudur
2. Jukung Sudur Biasa
3. Jukung Sudur Bakapih
4. Jukung Sudur Anak Ripang
5. Jukung Patai
6.Jukung Biasa
7. Jukung Hawaian
8. Jukung Kuin
9. Jukung Pelanjan
10. Jukung Ripang Hatap
11. Jukung Pemadang
12. Jukung Tambangan
13. Jukung Babanciran
14. Jukung Undaan
15. Jukung Parahan
16. Jukung Gundul
17. Jukung Pandan Liris

7. Wayang Banjar
Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gung/ Wayang Gong

8. Mamanda
Mamanda merupakan seni teater tradisional suku Banjar

9. Tradisi Bananagaan
Naga Badudung, kepala Naga Gambar Sawit, dan Kepala Naga Darat


Wujud Kebudayaan Masyarakat di Banjarmasin


-Wujud  ide/gagasan
Wujud dari ide atau gagasan yang biasanya ada di Masyarakat yaitu Budaya Banjar yang selalu berkaitan dengan ajaran agama Islam, kegiatan ini biasanya juga disebut sebagai adat istiadat
Berikut ini adalah beberapa aktivitas yang masih dilakukan walaupun ada yang frekuensinya agak berkurang:
1.    Baayun Mulud
Baayun Mulud adalah kebudayaan suku Banjar yang merupakan perpaduan antara tradisi nenek moyang suku Banjar dengan Islam. Tradisi Baayun Mulud merupakan kegiatan adat mengayun bayi atau anak yang diiringi dengan salawat Nabi.
2.    Bausung
Kebudayaan yang satu ini berhubungan dengan pernikahan. Kedua mempelai digendong atau diusung oleh penari sebelum bersanding di pelaminan. Bausung sendiri berasal dari kata usung yang berarti gendong.
Bausung Pengantin
http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/07/31/bausung-pangantin-banjar-pikat-warga-jambi
3.    Batimung
Batimung adalah melaksanakan mandi uap agar keringat tubuh terkuras dan menjadi wangi. Batimung masih dilakukan sampai sekarang oleh calon pengantin wanita sebelum menjelang hari pernikahan
Batimung
https://www.marimembaca.com/2018/04/batimung-spa-tradisional-ala-banjarmasin.html

-Wujud Perilaku atau aktivitas
Perilaku dan aktivitas adalah kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Kegiatan yang masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu aktivitas mewarung masyrakat yang biasanya nongkrong di warung kopi sambil mengobrol dengan warga yang lain, di warung ini biasanya mereka melakukan interaksi bapender(ngobrol), bagayaan(bercanda), dan behapakan(saling membully dan bercanda)
https://www.beritabanjarmasin.com/2016/04/wali-kota-banjarmasin-di-pekapuran-usai.html

-Wujud Artefak
wujud artefak hasil kebudayaan Banjar cukup banyak diantaranya ada makanan, rumah adat banjar, seni tari, dan kain sasirangan
kain sasirangan
https://blogbarupunyaadisaputra.blogspot.com/2016/06/banjarmasin-budaya-makanan-dan-ciri-khas.html


Sumber Pustaka:
https://www.instagram.com/p/BfxYz6SBmYU/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=n8jkivmir8ys











Comments